Monev DD dan ADD Tegalarum

Kamis, 22 agustus 2019 bertempat di balai desa tegalarum, tim satu kecamatan mranggen yang terdiri dari camat mranggen, kasi tata pemerintahan, kasi trantibun, pendamping desa serta satu staf kecamatan mranggen melaksanakan kegiatan monev ke desa desa. Dalam sambutannya camat mranggen mentikberatkan pada pengaplikasian UU no 17 tahun 2007 tentang perencanaan nasional bahwasannya perencanaan keuangan dan pelaporan secara transparan, akuntable, dan dapat dipertanggungjawabkan.sehingga pemerintah desa wajib melaksanakan amanat undang2 untuk menyelenggararakan pelaporan keuangan secara baik dan benar.dalam kesempatan yang sama,harus terjalin sinergi antara pemerintah desa dan kecamatan,sehingga tercipta harmoni yang selaras untuk melaksanakan tugas serta pelaporan yang akuntable.k ecamatan akan dengan sepenuh hati membantu,mengarahkan,membimbing agar terselenggara pemerintahan yang baik dan bermartabat.

Dalam monitoring hari itu, tim kecamatan mengecek pembangunan renovasi kantor desa yang total anggaranya mencapai 229.250.000 yang bersumber daru Dana Desa tahun anggaran 2019. Hal yang di evaluasi kali ini adalah administrasi laporan terkait hal tersebut, dan Alhamdulillah semua benar dan tepat sasaran untuk penggunaan Dana Desa tahun anggaran 2019 ini. Untuk itu camat mranggen berpesan agar setelah selesainya pembangunan gedung balai desa ini bisa di manfaatkan dengan baik untuk para perangkat desa maupun untuk warga masyarakat.

KIRAB BUDAYA

Setelah selasai dengan acara upacara bendera di tingkat kecamatan mranggen. Kontingen kecamatan mranggen selanjutnya mengikuti kirab budaya tingkat kabupaten demak dengan menampilakn perwakilan dari SMP 2 mranggen, minggu 18 agustus 2019. Dengan start di depan rumah sakit RSUD kab. Demak dan finis di depan pasar bintoro, perwakilan kecamatan mranggen cukup menghibur warga demak yang hadir di sepanjang jalan. Dengan menampilkan anak anak sekolah yang memakai baju adat serta penampilan paskibra SPM 2 mranggen cukup membuat juri yang dalam kesempatan kali ini adalah forkompinda kabupaten demak ini terpukau.

Di akhir kesempatan, kontingen kecamatan mranggen memberikan burung dara kepada forkompinda kabupaten demak untuk di lepaskan. Hal tersebut di gambarkan atau sebagai simbol kebebasan dan perdamaian. Jadi di harapkan para pemimpin umumnya Indonesia dan khususnya pimpinan kabupaten demak mendukung kebebasan dan perdamaian itu terwujud di kabupaten demak. untuk itu burung dara sebagai simbol karena ketika di lepaskan akan terbang indah di angkasa.

Upacara Penurunan Bendera

Sabtu, 17 Agustus 2019, tepat pukul 16.00 wib , Upacara penurunan bendera yang di pimpin langsung oleh Kapolsek Mranggen Bpk  AKP Windoyo, SH ini di mulai dengan hikmat. Di komandani oleh Bripka M. Ghofur dari Polsek Mranggen upacara sore itu berjalan hikmat dengan penampilan kembali paskibra kecamatan mranggen untuk menurunkan bendera merah putih. Dalam kesempatan kali ini, orang tua dari masing masing siswa yang terpilih menjadi pasukan pengibar bendera kecamatan mranggen di undang secara langsung untuk duduk di podium tamu undangan guna melihat buah hatinya menjalankan tugas mulia tersebut. Beberapa orang tua dari pasibra merasa bangga dengan anaknya, karena dengan menjadi anggota paskibra adalah hal yang sangat membanggakan meskipun hanya tingkat kecamatan. “hanya tingkat kecamatan, tapi tidak apa apa, saya sudah bangga dengan anak saya, doakan saja tahun depan bisa tingkat kabupaten atau provinsi bahkan nasional” ujar salah satu orang tua dari anggota pasibra yang namanya tidak mau di sebut.

Di akhir upacara, secara simbolis forkompincam mranggen menyerahkan secara simbolis piagam penghargaan untuk 3 anggota paskibra yakni ilham oktian dan aji setiawan sebagai pengibar bendera serta chonsa amalia sebagai pembawa bendera. Ketiganya sudah disara cukup mewakili penampilan baik para anggota paskibra tahun ini. Kemudian di akhir acara di tampilkan hiburan rakyat berupa penampilan seni barongan condromowo dari boning demak yang cukup terkenal di jawa tengah.