Ini Tips Cegah Covid-19 Ala Dokter Reisa

KBRN, Jakarta: Masyarakat diimbau untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan meskipun telah memasuki masa transisi saat pandemi Covid-19.

Anggota tim komunikasi publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro menyatakan ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat naik transportasi umum dan melakukan beberapa aktivitas lainnya. Diantaranya seperti wajib memakai masker dan menghindari benda-benda yang bisa menjadi medium penularan. Benda tersebut antara lain, lantai, kursi, pegangan tangan, pegangan tangga, atau ekskalator hingga tombol lift.

“Hindari meletakkan barang-barang bawaan atau tas di kursi atau lantai transportasi umum, hindari menggunakan telpon genggam di tempat umum terutama berdekatan dengan orang lain,” ucap dr.  Reisa baru-baru ini.

Selain itu, masyarakat dianjurkan untuk tidak makan dan minum di transportasi umum.

“Hal ini bertujuan untuk menghindari kontaminasi apalagi jika menggunakan tangan yang tidak bersih,” pungkasnya.

Jika kalian berbelanja di pusat perbelanjaan, sebaiknya anda menggunakan kantong belanjaan dari rumah agar kebersihan terjamin.

sumber : rri.co.id

Ini Cara Tes Covid-19 Secara Mandiri

KBRN, Jakarta: Cara pendeteksian virus corona dapat anda lakukan secara mandiri. Salah satunya melalui laman https://checkupcovid19.jatimprov.go.id maupun aplikasi ojek online.

Laman milik Pemprov Jatim tersebut membawa anda untuk melakukan self assesment, yaitu alat sederhana yang bisa membantu menentukan apakah seseorang sehat atau ada gejala yang memerlukan penilaian, pemeriksaan dan pengujian lebih lanjut untuk Covid-19.

Self assesment ini diadaptasi dari Self Assesment Covid-19 British Columbia, Kanada. Anda dapat menyelesaikan penilaian ini untuk diri sendiri maupun orang lain.

Cara melakukan tes ini dengan mengklik tombol cek diri anda sekarang juga. Selanjutnya klik cek kondisi anda sekarang.

Laman tersebut berisikan enam daftar pertanyaan untuk mengecek kondisi fisik anda dan jawablah pertanyaan yang tersedia.

Selesai menjawab semua pertanyaan, akan muncul kotak kesimpulan yang berisi keterangan apakah ada kemungkinan terinfeksi oleh Covid-19 atau tidak.

Selain melalui portal milik Pemprov Jawa Timur, anda juga dapat mencoba melalui aplikasi Gojek.

Gojek, Kementerian Kesehatan dan Halodoc bekerja sama meluncurkan layanan Check Covid-19 untuk membantu masyarakat mengetahui risiko terinfeksi atau tidak.

Layanan telemedicine Check Covid-19 dari Halodoc tersedia dalam bentuk shuffle card di aplikasi Gojek.

Cara cek Covid-19 via aplikasi Gojek dengan cara

– Buka aplikasi Gojek pada ponsel

– Pilih shuffle card yang bertuliskan apakah aku sehat?

– Tunggu beberapa saat dan klik tombol chat

– Jawab pertanyaan yang diajukan

– Usai menjawab, akan ada kotak kesimpulan terkait risiko Covid-19.

Repost sumber : rri.co.id

Tanaman Obat Pondok Pesantren, Tren Herbal Mendatang

KBRN, Sampang: Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menghadiri peresmian pesantren tangguh di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum Gersempal, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura.

Dalam kesempatan ini, Khofifah mengkampanyekan tiga poin penerapan wajib di pesantren tangguh.

Yang pertama adalah pesantren sehat. Pesantren diharapkan mulai akrab dan tegas dalam menerapkan protokol kesehatan.

Kemudian kedua adalah pesantren bersih, yaitu pesantren mengupayakan santrinya untuk terbiasa mencuci tangan. Dan yang ketiga adalah pesantren TOPP. Apa itu?

“Ini akronim dari Tanaman Obat Pondok Pesantren. Jadi kami ingin agar pengembangan tanaman obat juga dilakukan lebih masif di pesantren untuk mewujudkan ketahanan pengobatan tradisional di lingkup pesantren,” jelas Khofifah, Rabu (10/6/2020).

Diberitakan sebelumnya, pada fase tatanan kehidupan baru, rutinitas masyarakat secara bertahap mulai kembali normal. Seperti di sektor pendidikan, para santri di Kabupaten Sampang, Madura mulai berdatangan ke pondok pesantren masing – masing.

Melihat animo itu, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sampang berinisiasi percontohan pesantren tangguh Covid-19 di Pulau Madura.

Kali ini, Ponpes Darul Ulum Gersempal, Kecamatan Omben yang dipilih untuk menjadi pesantren dengan sarana penunjang pemberlakuan protokol kesehatan.

Satgas Peduli Covid-19 PCNU Sampang, Faisol Ramdhoni menjelaskan, sebagai pesantren tangguh, ponpes tersebut harus mempersiapkan tempat isolasi, tempat cuci tangan, pendeteksi suhu tubuh hingga ketersediaan logistik dan Alat Pelindung Diri (APD).

“Hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk upaya menekan penyebaran virus corona di Kabupaten Sampang. Khususnya di lembaga pondok pesantren yang rawan menjadi klaster baru,” pungkas Faisol.

sumber : rri.co.id