Wayang Kulit Desa Candisari Ramai Penonton

Wayang kulit sebagai hiburan utama dengan Dalang Ki Hardono dari Sedadi Penawangan Grogogan mengambil lakon WAHYU PURBO KAYUN, Hari Selasa, 9 Juli 2019 Jam : 21.00 WIB. Diawali dengan pengundian doorpress. Penampilan Bagong Punokawan yang dibawa Ki Dalang Hardono , sangat menghipnotis penonton sehingga tetap tertarik untuk menyimak Wayang hingga selesai. Di hadiri muspika kecamatan mranggen, kegiatan tersebut merupakan rangkaian syukuran sedekah bumi desa candisari kecamatan mranggen. Di pagi hari sebelum acara tersebut telah di selenggarakan Selamatan Masyarakat Karangboyo untuk tanah kelahiran dan tanah tumpah darahnya, dilakukan pada Prosesi Apitan Sedekah Bumi Dukuh Karangboyo 2019, di lokasi Apitan Sedekah Bumi digelar beberapa acara salah satunya adalah doa untuk Mohon Selamat Kepada Alloh SWT, tahlil dipimpin oleh Bapak K.Abdurrohim dan Doa Selamat Oleh Bapak K.H Khusaini. Hadir dalam acara itu sebagian besar masyarakat Karangboyo, tua muda anak-anak maupun tokoh BPD,LKMD, Rt, Rw se Karangboyo. Dalam sambutannya kepala desa candisari berharap “SEMOGA TANAH KARANGBOYO MAKIN SUBUR MAKMUR GEMAH RIPAH LOH JINAWI”

Peningkatan kapasitas pegawai Kec.Mranggen Ke kota DODOL

Jum’at, 5 juli 2019, pukul 09.00 tepat camat Garut kota Bapak Drs. Bambang Hafid, M.Si dan beberapa lurah menyambut kedatangan rombongan Pegawai Kecamatan Mranggen dalam rangka kunjungan kerja dan sekaligus Ngansu Kawuruh ke kecamatan Garut Kota. Dalam kunjungannya camat mranggen membawa seluruh staf kantor kecamtan mranggen agar bisa mengmabil ilmu yang di dapat dari kunjungan tersebut.

Dalam sambutannya, camat mranggen menyampaikan sedikit profil kecamtan mranggen dan hiruk pikuk masalah yang di dalamnya. “Kecamatan mranggen itu koplek, butuh sekiranya trobosan trobosan agar kecamatannya bisa maju “ ungkap camat berkacamata tersebut. tak lupa camat mranggen juga menyampaikan banyak terima kasih atas sambutan dan semuanya yang di berikan oleh pihak kecamatan garut kota. Dalam kegiatan ini camat garut kota menyampaikan sedikit keunggulan yang di miliki oleh kecamatan gaut kota di antaranya desa wisata, jajanan khas garut serta penataan pedagang di tempat tempat wisata. “ kecamatan mranggen ini saya lihat sepintas juga sudah bagus, tinggal bagaimana mengelola potensi potensi yang ada di dalamnya “ ungkap camat alumni IPND tersebut. di akhir acara, pemberian souvenir dari camat mranggen berupa batik khas Kabupaten demak dengan motif jambu dan blimbingnya, tidak hanya itu, camat mranggen juga memberikan buah jambu dan blimbing asli demak. Sedangkan sajadah khas kabupaten garut yang di buat di salah satu desa di kecamatan garut lah yang menjadi oleh oleh untuk camat mranggen di bawa pulang. Di akhir kunjungan, rombongan di ajak camat garut untuk berkeliling kota garut menggunakan bus khusus sekaligus mengenalkan kota garut.

Komitmen camat mranggen untuk mranggen PBB 2019 lunas 100%

Selasa ,9 juli 2019,di pimpin langsung oleh camat mranggen bpk Wiwin Edi Widodo S.Sos,MM, kegiatan monitoring PBB ke desa di laksanakan. Ada beberapa desa yang di kunjungi oleh rombongan,di antaranya desa banyumeneng,kebonbatur,batursari serta bandungrejo. Di dampingi sekcam,kasi permas, kasi tapem serta kasi trantibun, camat mranggen meninjau secara langsung capaian desa sampai dengan awal semester 2 ini. Masih sangat di bawah target yang di setujui sebelumnya dalam rapat di pendopo kecamatan bawasanya per akhir semester 1 ini desa harus bisa lebih dari 50%. Untuk itu komitmen kepala desa serta seluruh unsur di desa harus terus di jaga agar target tersebut dapat terealisasi.

Dengan sistem pembayaran yang sekarang lebih di permudah,di harapkan target yang di berikan dapat teralisasi. “Sekarang membayar pajak bisa di mana saja,bisa di BPD,titip ke perangkat atau ke kantor pos,dan kedepan BRI juga siap” ungkap camat 53 tahun tersebut. Terdapat banyak unek2 yang di sampaikan dari pihak desa terkait hambatan hambatan yang di alami oleh pihak desa dalam memenuhi target. Di antaranya Banyak tanah kapling yang sudah dipecah, tetapi PBB masih atas nama pemilik yg lama, Banyak juga di temukan tanah kapling yang PBB nya sudah dipecah, tetapi tidak diketahui alamat pemiliknya,karena dalam SPPT tercantum sesuai obyek pajak, bukan pemilik pajak, Serta masih banyak warga masyarakat yang masih menganggap bahwa jatuh tempo membayar PBB di tanggal 30 bulan september untuk setiap tahunnya.

Untuk itu,dukungan dari warga masyarakat juga sangat memperngaruhi capaian desa dalam membayar PBB,sosialisasi yang berkelanjutan dari pihak terkait sangatlah di perlukan agar kesadaran warga untuk membayar pajak tanpa menunggu jatuh tempo. Pihak desa sudah memberikan fasilitas berupa monalisa atau mobil keliling untuk membayar pajak dengan tujuan warga tidak perlu jauh jauh keluar rumah untuk membayar pajak. Bahkan kepala desa batursari akan mendatangkan mobil monalisa setiap akhir pekan agar pembayaran pajak pbb di desa batursari bisa lancar,mengingat jumlah warga batursari lebih dari 50.000 KK dan bahkan lebih.

Ada beberapa berita mengatakan bawasanya dari pihak BPD jateng sering trobel ketika pihak desa ingin setor,sehingga sedikit menghambat pencapaian dalam membayar PBB,bahkan di desa bandungrejo mencapai 14jt lebih yang belum bisa di setor ke BPD karena terkendala masalah teknis,ini sangat di sayangkan karena ketika semangat desa untuk melunasi PBB justru terhalang masalah teknis,di harapakan untuk kedepannya bisa lebih baik. Di akhir monitoring, bpk camat berpesan agar semangat yang saat ini sudah terpupuk baik pemerintah desa maupun warga masyarakat agar terus di tingkatkan. “Saya yakin taget akhir agustus 80% bisa tercapai mengingat semangat taat pajak sudah ada,tinggal di tingkatkan,karena sesuai dengan semboyan MRANGGEN BISA saya yakin pbb kec.mranggen bisa lunas” ungkap camat mranggen di akhir sambutan