KUNJUNGAN PANITIA PEMILIHAN KEPALA DESA TINGKAT KABUPATEN DEMAK KE DESA BATURSARI

Minggu, 8 Desember 2019, tepat pukul 11.00 tim satu yang terdiri Asisten Pemerintahan & Kesra Bpk Ahmad Nur Wahyudi, SH, MH, Ka. Kesbangpolinmas Bpk Agus Herawan, S.IP, Ka. Satpol PP Bpk Muh Ridhodhin, SH, MH, Ka. Dinpermades P2KB Bpk Drs Daryanto, MM serta Kabag Tata Pemerintahan Setda Bpk Yulianto tiba di lapangan Desa Batursari Kecamatan Mranggen di sambut oleh Muspika Kecamatan mranggen. Dalam kunjungannya kali ini, tim 1 memeriksa bagaimana berjalannya pilkades yang di ikuti oleh lebih dari 23.000 dpt dalam satu desa ini. Bagaimana kesiapan panitia pemilihan dalam mengantisipasi banyakknya pemilih dalam acara hari itu. Dalam sambutannya, Bpk Ahmad Nur Wahyudi menyampaikan bahwa pilkades harus berjalan sesuai dengan aturan yang telah tentukan. Untuk itu tim 1 pilkades tingkat Kab. Demak di fungsikan sebagai badan pengawasan jalannya pilkades tersebut.

Desa Batursari sendiri terdiri dari 23.459 ribu DPT yang terbagi menjadi 42 tps dan tersebar di 5 dukuh. Ada 3 calon yang mencalonkan diri dalam pilkades Batursari tahun ini yaitu Nur Kholis, Ahmat Hartanto serta Sutikno selaku kepala desa sebelumnya. Dalam pelaksanaannya, jadwal pemilihan di mulai tepat pukul 07.00 sampai jam 14.00 dan tepat pukul 15.00 akan di laksanakan perhitungan perolehan calon

Lomba Gerak dan Lagu 6 Langkah CTPS dalam rangka HKG PKK-KB-Kesehatan

KecMranggen- Pada hari minggu tanggal 17 Nopember 2019 Panitia Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan mengadakan Lomba Gerak dan Lagu 6 Langkah CTPS tingkat Kecamatan Mranggen.Terdapat 3 Juri yaitu Juri dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Demak, Tim Penggerak PKK Kecamatan Mranggen dan dari Puskesmas Mranggen 1.


Kepala Desa se Kecamatan Mranggen Nyatakan Stop BABS 100 Persen

KecMranggen – Kamis 28 Nopember 2019, Kepala Desa se Kecamatan Mranggen Bersama Kepala Desa se Kecamatan Mranggen menyatakan siap stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS)  100 persen. Hal ini disampaikan Camat Mranggen Wiwin Edi Widodo, S.Sos, MM disela menggelar deklarasi Open Defecation Free (ODF) yang berlangsung digudang tembakau Gudang Garam Desa Brambang, Kecamatan Karangawen.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Demak, Guvrin Heru Putranto mengungkapkan, adanya sanitasi dan jamban menjadi indikator penanganan ODF. Hal itu penting dalam mencegah berbagai macam penyakit. “Jamban keluarga mutlak dibutuhkan dan harus ada,” katanya.

Sekda Pemkab Demak dr Singgih Setyono MMR dalam kesempatan itu menyampaikan, perlunya penanganan ODF tersebut hingga ke tingkat desa. Karena itu, keterlibatan kepala desa (kades) diperlukan. Sebab, mereka adalah ujung tombak suksesnya stop BABS di masyarakat. “Jadi, peran kades sangat menentukan,” katanya.

Bupati Demak HM Natsir mengapresiasi Kecamatan Karangawen dan Mranggen yang telah mendeklarasikan ODF. “Deklarasi ini langkah awal untuk meraih target bebas BABS di Kabupaten Demak pada 2020,”katanya. Bupati mengatakan bahwa kesehatan masyarakat sangat berkaitan erat dengan perilaku dan lingkungan. Perilaku sangat berperan penting dalam menentukan derajat kesehatan. Untuk itu ia mengajak untuk mewujudkan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas).Selain jamban, agar tetap sehat adalah membiasakan cuci tangan pakai sabun setelah dari WC, setelah membersihkan anak dari BAB, sebelum menghidangkan makanan, setelah makan dan memegang hewan atau benda lainnya. “Melalui stop BABS dan kebiasaan cuci tangan pakai sabun akan dapat memutuskan mata rantai penularan penyakit dengan menerapkan pilar sanitasi total berbasis masyarakat dapat mewujudkan Kabupaten Demak menjadi Kabupaten yang sehat,” ujarnya. (Aj)