Monitoring Desa Waru

Kamis, 22 agustus 2019, di pimpin langsung oleh camat mranggen Bapak Wiwin Edi Widodo S.sos, MM tim satu kecamatan mranggen melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap penggunaan dana desa tahap satu di desa waru kecamatan mranggen kabupaten demak. dalam sambutannya, camat mranggen menyampaikan beberapa hal, di antaranya nawacita perintah pusat melalui presiden untuk membangun indonesia dari pinggiran (desa), memberikan keleluasaan desa untuk membangun wilayahnya sendiri termasuk perencanaan sampai pelaporan SPJ yang tidak bertele tele,  serta prioritaskan DD ADD untuk fasilitas yang menunjang pelayanan kepada masyarakat misal kantor desa dan fasilitas lainnya yang menunjang kesejahteraan umum. Sampai pertengahan bulan agustus 2019, desa waru setiknya telah melaksanakan pembangunan melalui dana desa tahap 1 sebanyak dua kegiatan, diantaranya pembangunan gedung paud dengan luas 72m ² serta pembangunan drainase sepanjangan 146 meter dengan menghabiskan dana sekitar 100 juta lebih, untuk itu camat mranggen berharap agar pembangunan ini segera di selesaikan agar warga masyarakat bisa menikmati manfaatnya.

Monev DD dan ADD Desa Kebonbatur

Kamis, 22 Agustus 2019 tepat pukul 09.30 wib tim 2 kecamatan mranggen yang terdiri dari sekcam mranggen, kasi permas, Kasubag perencanaan dan keuangan, pendamping desa serta satu staf kecamatan mranggen tiba di balai desa kebonbatur. Dalam kesempatan kali ini tim 2 akan melaksanakan monitoring dan evaluasi dana desa serta alokasi dana desa yang telah di terima oleh desa kebonbatur. Dalam sambutannya, sekcam mranggen bpk abdul kholiq, AP, MM menyinggung masalah perbup no 1 tahun 2019 tentang tata cara pengalokasian  Alokasi Dana Desa  dan perbup no 2 tahun 2019 tentang Dana Desa, perbup no 51 tahun 2018 tentang pengelolaan keuangan desa, serta perbup 52 tahun 2018 tentang APBDes itu harus terus di pegang oleh desa agar administrasi keuangan desa dapat berjalan dengan lancar.

Terkait pelaksaan kegiatan yang telah di rencanakan sebelumnya, desa kebonbatur telah melaksanakan kegiatan tahap 1 seperti pembangunan Talud penahan jalan volume dengan 183 m, Drainase dukuh Dongko sepanjang 73 m, Drainase dukuh Kebonrejo sepanjang 71 m serta pembangunan Talud dukuh Batur sepanjang 235 m. untuk itu, pelaporan kegiatan dalam pelaksanaan tahap 1 harus di kontrol dengan baik, sehingga pelaporan keuangan desa bisa transparan.

Monev DD dan ADD Tegalarum

Kamis, 22 agustus 2019 bertempat di balai desa tegalarum, tim satu kecamatan mranggen yang terdiri dari camat mranggen, kasi tata pemerintahan, kasi trantibun, pendamping desa serta satu staf kecamatan mranggen melaksanakan kegiatan monev ke desa desa. Dalam sambutannya camat mranggen mentikberatkan pada pengaplikasian UU no 17 tahun 2007 tentang perencanaan nasional bahwasannya perencanaan keuangan dan pelaporan secara transparan, akuntable, dan dapat dipertanggungjawabkan.sehingga pemerintah desa wajib melaksanakan amanat undang2 untuk menyelenggararakan pelaporan keuangan secara baik dan benar.dalam kesempatan yang sama,harus terjalin sinergi antara pemerintah desa dan kecamatan,sehingga tercipta harmoni yang selaras untuk melaksanakan tugas serta pelaporan yang akuntable.k ecamatan akan dengan sepenuh hati membantu,mengarahkan,membimbing agar terselenggara pemerintahan yang baik dan bermartabat.

Dalam monitoring hari itu, tim kecamatan mengecek pembangunan renovasi kantor desa yang total anggaranya mencapai 229.250.000 yang bersumber daru Dana Desa tahun anggaran 2019. Hal yang di evaluasi kali ini adalah administrasi laporan terkait hal tersebut, dan Alhamdulillah semua benar dan tepat sasaran untuk penggunaan Dana Desa tahun anggaran 2019 ini. Untuk itu camat mranggen berpesan agar setelah selesainya pembangunan gedung balai desa ini bisa di manfaatkan dengan baik untuk para perangkat desa maupun untuk warga masyarakat.

KIRAB BUDAYA

Setelah selasai dengan acara upacara bendera di tingkat kecamatan mranggen. Kontingen kecamatan mranggen selanjutnya mengikuti kirab budaya tingkat kabupaten demak dengan menampilakn perwakilan dari SMP 2 mranggen, minggu 18 agustus 2019. Dengan start di depan rumah sakit RSUD kab. Demak dan finis di depan pasar bintoro, perwakilan kecamatan mranggen cukup menghibur warga demak yang hadir di sepanjang jalan. Dengan menampilkan anak anak sekolah yang memakai baju adat serta penampilan paskibra SPM 2 mranggen cukup membuat juri yang dalam kesempatan kali ini adalah forkompinda kabupaten demak ini terpukau.

Di akhir kesempatan, kontingen kecamatan mranggen memberikan burung dara kepada forkompinda kabupaten demak untuk di lepaskan. Hal tersebut di gambarkan atau sebagai simbol kebebasan dan perdamaian. Jadi di harapkan para pemimpin umumnya Indonesia dan khususnya pimpinan kabupaten demak mendukung kebebasan dan perdamaian itu terwujud di kabupaten demak. untuk itu burung dara sebagai simbol karena ketika di lepaskan akan terbang indah di angkasa.

Upacara Penurunan Bendera

Sabtu, 17 Agustus 2019, tepat pukul 16.00 wib , Upacara penurunan bendera yang di pimpin langsung oleh Kapolsek Mranggen Bpk  AKP Windoyo, SH ini di mulai dengan hikmat. Di komandani oleh Bripka M. Ghofur dari Polsek Mranggen upacara sore itu berjalan hikmat dengan penampilan kembali paskibra kecamatan mranggen untuk menurunkan bendera merah putih. Dalam kesempatan kali ini, orang tua dari masing masing siswa yang terpilih menjadi pasukan pengibar bendera kecamatan mranggen di undang secara langsung untuk duduk di podium tamu undangan guna melihat buah hatinya menjalankan tugas mulia tersebut. Beberapa orang tua dari pasibra merasa bangga dengan anaknya, karena dengan menjadi anggota paskibra adalah hal yang sangat membanggakan meskipun hanya tingkat kecamatan. “hanya tingkat kecamatan, tapi tidak apa apa, saya sudah bangga dengan anak saya, doakan saja tahun depan bisa tingkat kabupaten atau provinsi bahkan nasional” ujar salah satu orang tua dari anggota pasibra yang namanya tidak mau di sebut.

Di akhir upacara, secara simbolis forkompincam mranggen menyerahkan secara simbolis piagam penghargaan untuk 3 anggota paskibra yakni ilham oktian dan aji setiawan sebagai pengibar bendera serta chonsa amalia sebagai pembawa bendera. Ketiganya sudah disara cukup mewakili penampilan baik para anggota paskibra tahun ini. Kemudian di akhir acara di tampilkan hiburan rakyat berupa penampilan seni barongan condromowo dari boning demak yang cukup terkenal di jawa tengah.

TASYAKURAN

Bertempat di Gor olah raga SMA 2 Mranggen, potong tumpeng atau tasyakuran dalam rangka HUT RI ke 74 tingkat kecamatan mranggen di laksanakan. Dalam sambutannya, ketua panitia HUT RI tingkat kecamatan Bpk Abdul Kholiq, AP, MM menyampaikan banyak banyak terima kasih atas kerjasama dari semua OPD terkait dalam mensukseskan gelaran atau kemeriahan HUT RI ke 74 ini. “Kami berterima kasih kepada semua jajaran yang ikut mensukseskan kegiatan ini, tanpa bapak ibu semua serangkaian acara ini tidak akan bisa berjalan, semoga menjadi catatan amal baik bapak ibu sekalian kelak di akhirat, amin”, ungkap bapak 3 anak ini.Dalam acara ini, turut hadir para kepala sekolah yang anak didiknya mewakili dalam paskibra tingkat kecamtan mranggen.

Terkusus anggota paskibra An. Andi Setiawan dari MA Al Adzkar mendapat kesempatan untuk mendapatkan potongan pertama tumpeng yang di potong oleh camat mranggen selaku inspektur upacara pengibaran bendera sebelumnya. Hal ini tidak lepas dari tanggung jawab yang besar dari seorang komandan paskibra yang telah di laksanakan dengan baik oleh Andi setiawan. Meskipun andi setiawan bukan berasal dari SMA sederajat yang favorit, tapi dia bisa meyakinkan para pelatih bahwa dia bisa di bebankan tanggung jawab sebagai komandan pasukan pengibar bendera. Dalam sambutannya, camat mranggen sangat terkesan dengan penampilan andi setiawan, mesipun tidak bertubuh tinggi, tetapi mempunyai suara yang lantang.” Bagus sekali penampilan anak ini, saya berharap dia dapat penghargaan dari sekolahannya, kembangkan terus bakat kamu” ucap camat 53 tahun tersebut.

Di akhir acara seluruh anggota paskibra serta tamu undangan menikmati hidangan yang telah di persipakan oleh panitia, salah satunya dalah gudeg khas jogja.

UPACARA PENGIBARAN

Sabtu,17 Agustus 2019 acara puncak peringatan HUT RI ke 74 adalah dilaksanakannya upacara bendera di lapangan kampus terpadu pucang gading desa batursari kecamatan mranggen. Dalam kesempatan kali ini inspektur upacara adalah Camat Mranggen bpk Wiwin Edi Widodo S.sos, MM serta komandan upacaran adalah Serka Mashudi dari Koramil Mranggen. Upacara tepat di mulai pukul 9 pagi dan di buka dengan penampilan Tari dari siswi siswi SMA 2 Mranggen.

Tepat pukul 10.00 detik detik proklamasi di tandai dengan sirene serta di nyalakannya 17 kembang api oleh petugas. Sebanyak 500 siswa siswi SD-SMA sederajat ikut dalam upacara kemerdekaan tersebut. tak hanya itu, para guru serta perangkat desa juga ikut ambil bagian dalam acara sakral tersebut. sambutan uapacara atau sesi amanat upacara merupakan petikan sambtan Bupati Demak yang di sampaikan langsung oleh camat mranggen, dalam kesempatan kali ini, Bupati Demak H.M Natsir menyampaikan rasa terima kasih atas prestasi prestasi yang telah di persembahkan kepada kabupaten demak, tak lupa bupati berpesan bahaya dan antisipasi penyakit stunting yang kini mengintai warga masyarakat kabupaten demak.

RENUNGAN SUCI

Di pimpin langsung oleh danramil mranggen bpk kapten Subowo, upacara penghormatan pahlawan dari mranggen bpk sukaimi yang bertempat di belakang masjid kauman mranggen dalam rangka peringatan HUT RI ke 74 tingkat kecamatan mranggen ini berjalan dengan hikmat. Di hadiri oleh forkompincam mranggen,ketua MUI mrnaggen,takmir masjid serta dinas terkait. Dalam upacara ini di sampaikan bahwa pahlawan sukaimi merupakan pahlawan dari mranggen yang gugur dalam medan perang melawan belanda sekitar tahun 1923,dan sampai saat ini makam tetap berada di belakang masjid kauman mranggen.

Dalam amanatnya,bpk danramil menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar besarnya kepada alm.sukaimi yang telah bejuang gigih melawan penjajah. “Kami para penerusmu akan selalu mengenang jasamu sampai kapan pun,kami sangat berterima kasih atas kemerdekaan yang engkau perjuangkan bpk sukaimi”. Di kahir upacara dilaksanakan proses tabor bunga oleh para pejabat yang dalang malam itu.

Setelah selesai upacara acara berikutnya adalah tahlilan yang di pimpin oleh ketua MUI kec.mranggen Bpk KH.son haji sulaiman. Dalam sambutannya, beliau berpesan bahwa tradisi tirakatan dalam menyambut HUT RI harus terus di lestarikan,karena menurut beliau kemerdekaan indonesia tidak lepas dari doa doa para ulama terdahulu. ” indonesia merdeka itu juga karena doa dari kiyai, maka doa2 seperti ini harus terus,tidak boleh berhenti” sampaikan bpk 60thn tersebut. Camat mranggen juga menyampaikan pentingnya ulama dalam dunia pemerintahan apalagi sekarang paham agama yang menyesatkan banyak kita temui. Untuk itu bimbingan ulama sampai kapanpun akan terus di gunakan.

PENGUKUHAN PASKIBRA

Jumat,16 agustus 2019,bertempat di gor SMA 2 Mranggen,Camat Mranggen Wiwin edi widodo S.sos, MM secara resmi mengukuhkan 73 anggota paskibra tingkat kecamatan mranggen tahun 2019 guna menjalankan tugas di upacara HUT RI ke 74. Tepat pukul 16.00 pengucapan sumpah di saksikan secara langsung oleh kepala sekolah SMA sederajat se kecamatan mranggen dan para pelatih. 73 anggota paskibra terdiri dari siswa siswi terpilih dari 9 SMA sederajat yang telah di latih olah tim pelatih dari polsek mranggen serta koramil mranggen selama kurang lebih 1 bulan. Mereka di gembleng fisik,mental serta pengetahuan tengtang cinta tanah air, itu di lakukan guna menumbuhkan rasa cinta tanah air bagi adik2 paskibra

Secara simbolis,camat mranggen menyematkan bet kepada komandan paskibra andi setiawan dari MA Al adzkar mranggen serta perwakilan kepala sekolah untuk ikut serta menyematkan bet tanda paskibra bagi perwakilan sekolah masing masing. Para anggota paskibra dalam acara tersebut juga di wajibkan untuk mencium bendera merah putih sebagai tanda bahwa meraka bangga menjadi warga negara indonesia. Dalam sambutannya,camat mranggen bpk wiwin edi widodo menyampaikan beberapa hal,di antaranya terkait kedisiplinan adik adik paskibra harus tetap di jaga meskipun sudah selesai bertugas. “Untuk adik adik sekalian,saya berpesan setelah adik adik bertugas,kebiasaan kebiasaan yang di ajarkan pak polisi dan pak tentara selama melatih tolong jangan hilangkan,agar kedisiplinan menjadi kebiasaan adik adik” ungkap camat 53 tahun tersebut. Camat mranggen juga sangat berterima kasih atas dukungan dari pihak terkait sehingga proses pemilihan sampai pengukuhan paskibra ini dapat berjalan dengan lancar

Di akhir acara, para anggota paskibra berfoto bersama jajaran muspika serta pihak tekait sebagai tanda bahwa adik adik paskibra telah sah menjadi anggota paskibra

Waru Desa KB

Pertemuan Pokja di Kampung KB Desa Waru dilaksanakan di Gedung Serbaguna Desa Waru Kecamatan Mranggen pada tanggal 14 Agustus 2019 Pukul 09.00 WIB. Pertemuan ini dihadiri oleh lintas sektoral yang ada di Kecamatan Mranggen antara lain, Camat Mranggen, Dinas Pertanian, KUA Mranggen, Puskesmas Mranggen, Dinas Pendidikan, Polsek Mranggen, Koramil Mranggen dan Perangkat Desa Waru serta Warga Masyarakat RW 07 yang ada di desa Waru membahas tentang cara Pengelolaan Sampah yang benar agar tidak menjadi sumber bencana tetapi menjadi sumber berkah bagi masyarakat Kampung KB desa Waru.

Pertemuan ini dibuka oleh Camat Mranggen Wiwin Edi Widodo, S.Sos,MM, menekankan tentang Pengelolaan Sampah agar menjadi sumber berkah di desa Waru, Penanganan dan Pengelolaan Sampah ini harus didukung banyak pihak yaitu Dinas Lingkungan Hidup dan warga masyarakat agar mau mengubah perilaku dan mindset untuk mulai mengelola sampah dengan baik dengan cara mengelompokkan.

Narasumber ke 2 yaitu dari Dinas Lingkungan Hidup Wijiati, S.Sos, MM membahas tentang pengelolaan Sampah dari pemilahan nya sampai dengan pemanfaatannya untuk meningkatkan faktor ekonomi bagi masyarakat. Pemanfaatan sampah untuk ekonomi dengan mendaur ulang menjadi barang bermanfaat misalnya sampah plastik untuk tas dan dompet aksesoris sehari hari, sedangkan sampah organik bisa digunakan untuk pupuk melalui Komposer sehingga bisa dimanfaatkan oleh Kelompok Tani dan Masyarakat sehingga tanamannya lebih unggul karena berasal dari non Kimia.

Narasumber 3 yaitu dari Dinpermades P2KB Kab Demak Drs. Chandra Wijanarko, Msi membahas tentang bagaimana sampah bisa membiayai kegiatan poktan yang ada dimasyarakat dengan mengambil nilai ekonomis nya setelah didaur ulang. Dengan pemanfaatan sampah maka lingkungan masyarakat lebih bersih dan ada kelebihan nilai ekonomis tersebut.